Setiap Kesulitan Akan Ada Kemudahan
Oleh : Fani Indah Cahyaningrum
KKN DR IAIN PEKALONGAN
Dampak dari virus Covid-19 sungguh sangatmemprihatinkan, berdampak dibeberapa sektor termasukekonomi. Banyak karyawan di PHK dan beberapa UMKM terpaksa harus tutup lapak sementara karena tempat merekaberjualan sepi pembeli dan omset turun drastis.
Rizky termasuk salah satu karyawan toko yang di PHK akibatadanya wabah covid-19 Ia terpaksa diberhentikan dan tidak tahuapakah nantinya akan dipekerjakan lagi atau tidak. Sedangkansebentar lagi bulan ramadhan akan berakhir itu artinya hari rayaakan tiba.
Di suatu sore tampak wajah yang lesu tenggelam dalamlamunan… memikirkan bagaimana caranya agar tetapberpenghasilan di tengah pandemi covid-19, apalagi di ibu kotaJakarta benar-benar sulit menghadapi masa ini karena memangbelum pernah terjadi masa seperti sekarang ini dan dianjurkanuntuk bekerja belajar dan beribadah di rumah untuk memutusmata rantai penyebaran covid-19 itu.
“Rizzz…. Oyy Rizz!!” tiba-tiba suara itu membuyarkanlamunan Rizky.
“Ehh, iya Fan, gimana?” Sahut Rizky.
“Kamu mikirin apa sih Riz, kok akhir-akhir ini aku perhatikankamu sering ngelamun? Jangan sungkan untuk cerita barangkaliaku bias bantu” Ucap Ifan teman se-kost Rizky.
“Hehhe enggak Fan, ini aku bingung gimana ya caranya akudapat penghasilan lagi sebentar lagi lebaran dan aku malahdiberhentikan untuk sementara waktu. Aku bingung gimana yasedangkan orang tuaku sudah sepuh mereka mengandalkan akuuntuk kebutuhan hari raya idul fitri ini”. Jawab Rizky dengannada lirih dan hampir menitihkan arir mata karna teringat orang tuanya di kampung.
“Yang sabar Riz, kita semua merasakan dampak dari pandemiini. Tapi aku yakin bakal ada jalan keluarnya”. Sahut Ifan untukmenenangkan Rizky
“Iya Fan, tapi gimana ya caranya? Mau jualan ya ngga adamodal, terus juga gimana orang-orang ya udah jarang keluarrumah dan melakukan isolasi diri”. Dengan nada lemas
“Tenang aja, bismillah ada jalan keluar, mending kita bikin kopi dulu yukk biar kamu juga rileks”. Ifan berusaha menenangkanteman se-kostannya itu.
Kemudian mereka berdua minum kopi bersama dan Rizkymerasa sedikit lebih tenang.
Hari demi hari dilalui…. Rasa bingung sedih campur adukitu masih berkecamuk dalam pikiran Rizky,dengan ditemani tvkecil kosan Rizky duduk sambil terbayang-bayang orang tuanya, tiba-tiba iklan salah satu market place itu muncul dan terlintas di pikirannya untuk memulai usaha baru lewat salah satu market place itu. Di tengah wabah seperti ini mungkin market place bias menjadi solusi.
Kemusian Ia menceritakan kepada Ifan tentang idenya itu untukmembuka usaha pada market place, tetapi dia bingung karenatidak mempunyai modal. Tiba-tiba Bagus nongol dan diamerupakan teman se-kost an Rizky juga salah satu karyawantoko yang diberhentikan juga dari tempat kerjanya.
“ide cemerlang felling good iki bener kowe rek”. Suara Bagusdengan nada Jawa Timurnya, karena memang dia asli Jatim.
“Gak usah bingung masalah modal, aku punya kenalan ini temandari Jatim, de’e produksi celana jeans”. Imbuhnya
“Iyaaa Gus coba yaa siapa tau bias membuka rejeki kita jualandi market place”. Ucap Ifan
Bagus pun menelfon Zainal produsen jeans asal Jatim itu, Alhamdulillah Zainal mau membantu mereka dengan caramereka mengambil barang dulu lalu membayarnya jika barangsudah laku terjual atau dengan kata lain mereka menjadidropshiper.
Dan usaha merekapun berjalan dengan lancar orderan demi orderan datang kepada mereka lewat market place tersebut, karena ditengah masa pandemi ini masyarakat lebih tertarikbelanja dengan cara online daripada harus keluar rumah untukberbelanja langsung ke toko. Selain itu mereka bertiga jugamempromosikan produknya melalui berbagai media social, jugameminta bantuan teman-temannya untuk ikut mempromosikan.
Rizkypun lega karena ia bias tetap membiayai kebutuhan hariraya orang tuanya.
Ingatlah bahwa disetiap kesulitan apapun, Allah akan selalumenyiapkan kemudahan untuk kita. Maka dari itu, janganlahberputus asa dan jangan lupa untuk selalu berikhtiar J
__Selesai__
Tidak ada komentar:
Posting Komentar