Huznudzon
Waktu terus berjalan sejak kemunculan Virus Covid-19 di Tanah Air, semua jadi berbeda sejatinya manusia adalahmakhluk social, memulai kebiasaan baru untuk menjaga jaraksepertinya butuh waktu untuk membiasakannya. Seperti halnyadengan Rina…
Di Hari yang terik, Rina akan melakukan COD dengantemannya karena Rina membeli cemilan atau makanan ringandari temannya yang berjualan. Tetapi entah kenapa temannya itumembatalkan COD dan menyuruh Rina untuk mengambilnya di rumah.
Hp Rina bergetar dan ada pesan Whatsapp dari Tari
“Rin, hari ini kamu ambil pesananmu di rumahku aja yaa”
“Iya Tar, maaf ya aku udah pesan dari lama tapi baru sempatmau ambil” Balas Rina
“Iya gapapa Rin, santuy” Balasan dari Tari
Waktu menunjukkan pukul 11, Rina berangkat menuju rumahTari karena dia juga merasa nggak enak dengan Tari, pesancemilan udah lama tetapi baru sempat akan mengambilnya. Rinasampai di rumah Tari kira-kira jam setengah 12.
“Assalamualaikum” sambil mengetuk pintu
“Waalaikumsallam, eh Rina masuk dulu Rin silahkan” JawabTari
Rina bingung ada bapaknya Tari di depan, dalam hati diabimbang dan ragu untuk mengajak salaman karena masihmerebak Covid-19 takut salamannya di tolak, akhirnya Rinamaju untuk menyodorkan tangannya sambil menyapa “Pak” danbenar saja bapak Tari menolak secara halus dengan mengatakan“Gak usah salaman nggakpapa, tangan saya masih kotor”.
“Ohh iya pak” Jawab Rina sambil tersenyum
Kemudian Rina duduk di sofa bersama Tari mereka berduamengobrol sebentar layaknya anak muda bertemu dengan teman, dan tak terasa waktu menunjukkan pukul 1.
“Oh iyaa Rin ini pesanan kamu” Tari sambil menyodorkanpesanan Rina
“Iya Tarr, jadi berapa?” Tanya Rina
“Dua Puluh Lima Ribu, Rin”
“Ini Tar uang pas” Rina sambil meletakkan uang di meja
“Iya makasih Rinaa, pulang hati-hati yaa langsung pulang Rin?”
“Iya Tar aku langsung pulang”
Kemudian Ibu Tari muncul dari dalam Rina bingung lagi, salaman atau tidak karena menurut dia kalau tidak salamansepertinya kurang sopan. Dan akhirnya Rina menyodorkantangannya untuk bersalaman masalah di tolak apa nggak nantibelakangan.
“Buu” Sapa Rina sambil menyodorkan tangannya
Ibu Tari hnya tersenyum kecil dan kali ini Rina tidak di tolakkarena Ibu Tari menyagutkan tangannya untuk membalassalaman Rina tetapi justru ini yang membuat Rina semakinbimbang, bingung dalam hati berkata “Ya Allah, saya punyasalah apa dengan Ibunya Tari”.
Ibunya Tari hanya menyalami Rina dengan ujung kuku, danpada saat Rina mau meletakkan tangannya ke dahi Ibu Tarimenarik tangannya seperti enggan. Sebenarnya kalau tidak mauuntuk bersalaman Rina nggakpapa terus terang saja toh Rinapaham dengan kondisi saat ini, kalau seperti ini kan dapatmenimbulkan kesalah pahaman.
Rina jalan pulang dan memikirkan hal itu di perjalananRina bingung kenapa yaa apa ada yang salah denganku apabagaimana. “Astaghfirullah, aku gak mau suudzon, mungkin IbuTari takut dengan Virus yang saat ini sedang merebak makannyagitu salamannya”.
SELESAI